Blog

Back
photo: Dok. The Panturas

Album Perdana The Panturas: Mabuk Laut

March 22, 2018

Mabuk Laut. Inilah nama album terbaru sekaligus perdana dari grup band asal Jatinangor, The Panturas. Band yang beranggotakan empat orang remaja laki-laki ini sukses membawakan pesan dari laut untuk didengar oleh seluruh lapisan masyarakat. Di bawah bendera La Munai Records, Abyan Zaki, Kuya, Taufik, dan Bagus telah berhasil menjadi yang pertama menceritakan laut dalam alunan musik dan lagu.

Dalam satu album, ada beberapa lagu beraliran surf rock yang terdengar amat unik kala menyapa telinga. Sama seperti lainnya, setiap lagu yang dibawakan oleh The Panturas dalam debut pertama album The Panturas ini pun memiliki filosofi dan cerita menarik di baliknya.

“Kami tidak selalu menemukan hal-hal positif di laut. Inilah yang mendasari tercetusnya ide album Mabuk Laut,” ungkap Kuya alias Surya Fikri, sang drummer. Ia menambahkan, beberapa kejadian yang mereka alami juga turut tertuang dalam lagu-lagu yang mereka bawakan.

Sebagai contoh, lagu berjudul Fisherman Slut yang telah terlebih dahulu diluncurkan sebagai single pada Januari 2017 lalu. Lagu ini bercerita tentang perdagangan manusia di atas birunya air laut. Kabarnya, para nelayan sering membawa serta para pekerja seks komersial saat menebar jala di lautan.

Selanjutnya, lagu berjudul Fish Bomb, yang bercerita tentang penangkapan ikan dengan menggunakan bom. Pada lagu ini, disebutkan bahwa bom yang digunakan justru meledakkan rumah nelayan dan turut menewaskan rekannya. Tak hanya dua lagu tadi, lagu lain yang termasuk dalam album The Panturas di antaranya Gurita Kota, Sunshine, Pergi Tanpa Pesan, Arabian Playboy, dan Tenggelamkan!

Di akhir ceritanya, Kuya mengatakan bahwa pantai dan laut bukanlah destinasi yang hanya menyampaikan kegembiraan melalui keindahan panorama alamnya. Justru di sini kita harusnya menyadari ada banyak masalah yang harus diperhatikan dan dipedulikan.

Oleh La Munai Records, album The Panturas nantinya hanya dirilis dalam bentuk fisik, yaitu kepingan CD dengan disertai bonus menarik berupa kaus dan poster. Tak hanya lagu, The Panturas bahkan menjadikan suasana keseharian di Pantai Utara atau Pantura sebagai latar cover album yang digarap oleh Kako dan Toma dengan dibantu oleh Shunsuke Izumimoto.

 

Share this:
Sticky
Mar 22, 2018

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*