Blog

Back
Photo by: nadapromotama.com

Burgerkill: Harumkan Nama Bandung dengan Musik Metalcore

December 25, 2017

Diambil dari nama restoran cepat saji terkemuka di Amerika, Burger King, pada tahun 1995 dibentuklah Band Burgerkill, yang merupakan parodi dari nama tersebut. Sekilas terdengar aneh, namun nama ini telah berhasil mengharumkan nama Bandung lewat genre metalcore yang mereka usung.

Pada tahun 1993, Eben pindah dari Jakarta ke Bandung. Eben adalah seorang scenester yang sangat menyukai musik-musik beraliran metal dan hardcore. Kepindahan ini membuat Eben bertemu dengan Kimung. Dengan kesamaan hobi mereka akan musik, Eben dan Kimung akhirnya membentuk sebuah grup band bernama Morning Crew. Band ini mengaransemen ulang lagu-lagu dari Band Minor Thread, 7 Seconds, dan band lain dengan aliran yang sejenis.

Namun, setelah sempat unjuk gigi di beberapa tempat, pada tahun 1994 band mereka akhirnya terpaksa bubar. Tak putus semangat, Eben kembali mengajak Kimung untuk membuat grup band lagi. Kali ini, Kimung membawa serta Ivan dan Kudung. Dengan nama parodi dari restoran cepat saji Amerika, Burger King, yang dicetuskan oleh Eben, tahun 1995 terbentuklah sebuah band beraliran hardcore bernama Burgerkill.

Awal karir Burgerkill bermula dari lagu pertama mereka yang berhasil masuk dalam cd kompilasi bersama dengan Band Full of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell. Kaset ini diluncurkan oleh Richard Christian Franklin Muttler pada tahun 1997. Kaset kompilasi dengan judul “Masaindahbangetsekalipisan” ini mulai membuat nama Burgerkill dikenali. Menyusul kemudian meluncurnya album kompilasi lain bertajuk “Breathless” dengan lagu berjudul “Offered Sucks”.

Tawaran rekaman pun mulai berdatangan, salah satunya datang dari Anak Liar Records milik Malaysia di tahun 1999. Kerja sama ini menghasilkan album baru “Three Ways Split” yang berkolaborasi dengan Band Infireal asal Malaysia dan Watch It Fall asal Prancis. Pada tahun 2000, kerja sama Burgerkill dengan Riotic Records menghasilkan album perdana mereka dengan judul “Dua Sisi”.

Karier Burgerkill semakin melesat dengan adanya kerja sama dengan Puma, salah satu produk olahraga asal Amerika, selama satu tahun pada tahun 2001. Satu tahun kemudian, Burgerkill kembali melakukan kerja sama dengan produk pakaian asal Australia, INSIGHT, menyusul keluarnya album kedua, “Berkarat”, setelah menandatangani kontrak bersama Sony Music.

Berbagai prestasi berhasil mereka torehkan, seperti Best Metal Production dari AMI Awards. Namun di tengah kegemilangan tersebut, Toto memutuskan untuk mundur dan Ivan Sang vokalis meninggal dunia saat mereka tengah memproses album baru pada tahun 2006. Setelah itu, mereka meletakkan Vicki sebagai pengganti Ivan dan berhasil menggelar konser di Puau Jawa dan Bali, bahkan berkolaborasi bersama band terkemuka seperti The Black Dahlia Murder di salah satu konser mereka.

Share this:
Sticky
Dec 25, 2017
Tags in

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*